Fotosintesis merupakan salah satu contoh dari katabolisme
karbohidrat yaitu mengubah H2O dan CO2 menjadi
karbohidrat. Fotosintesis merupakan peristiwa penggunaan energi cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air. Fotosintesis adalah proses penyusunan
atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi
cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah dan
ultra ungu (tidak terlihat), serta merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan
ungu (terlihat). Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya
tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan
dalam fotosintesis. Namun, cahaya yang menghasilkan fotosintesis maksimum
adalah cahaya merah dan biru.
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki
pigmen fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga
karang, pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil/pigmen
hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi
cahaya matahari.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan
klorofil antara lain:
a. Gen: bila gen untuk klorofil tidak ada
maka tanaman tidak akan memiliki klorofil.
b. Cahaya: beberapa tanaman dalam
pembentukan klorofil memerlukan cahaya, tanaman lain tidak memerlukan cahaya.
c. Unsur N, Mg, Fe: merupakan unsur-unsur
pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil.
d. Air : bila kekurangan air akan terjadi
desintegrasi klorofil.
Di dalam fotosintesis, terdapat beberapa reaksi yang
terjadi, yaitu:
·
Reaksi
terang adalah reaksi yang terjadi pada bagian grana (kumpulan tilakoid) tumbuhan dan sering disebut juga sebagai reaksi Hill.
·
Reaksi
gelap adalah reaksi yang terjadi pada bagian stroma tumbuhan dan seing disebut
juga sebagai reaksi Calvin-benson.
A. Reaksi Terang
Pada reaksi terang terjadi 3 proses utama yaitu:
1)
Pigmen fotosintesis menyerap energi cahaya dan
melepaskan elektron yang akan masuk ke sistem transpor elektron.
2)
Molekul air pecah, ATP dan NADPH (Nicotinamide Adenine
Dinucleotide phospate H) terbentuk, dan oksigen dilepaskan.
3)
Pigmen fotosintesis yang melepaskan elektron menerima
kembali elektron sebagai gantinya.
B.
Reaksi Gelap
Reaksi gelap tidak membutuhkan
bantuan cahaya seperti pada reaksi terang. Reaksi gelap bergantung pada ATP dan
NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang. Jadi, reaksi terang dan gelap
merupakan suatu proses yang saling terkait, di mana tanpa reaksi terang, reaksi
gelap tidak bisa berlangsung, sehingga tidak terjadi fotosintesis.
Pada dasarnya, reaksi gelap
memerlukan beberapa zat tertentu untuk melakukan kerjanya. Zat tersebut yaitu ATP,
hidrogen dari NADPH, elektron dari NADPH, karbon dan oksigen dari karbon
dioksida, enzim, dan RuBP (Ribulosa Bifosfat)/senyawa dengan 5 atom C.
Berikut ini adalah proses yang
terjadi selama reaksi gelap berlangsung.
1)
RuBP
mengikat C dari CO2 menjadi suatu senyawa yang terdiri dari 6 C
labil. Senyawa ini memecah menjadi 12 PGA (Fosfogliserat).
2)
PGA lalu akan berikatan dengan fosfat, hidrogen, serta
elektron membentuk 12 PGAL (Fosfogliseraldehida).
3)
12 PGAL nantinya akan terpecah di mana 10 molekul akan
kembali menjadi RuBP dan 2 lagi berkondensasi menjadi Glukosa 6 Fosfat.
Glukosa 6 Fosfat merupakan bahan baku untuk membentuk sukrosa dan tepung pati. Sukrosa merupakan
karbohidrat yang berfungsi untuk pengangkutan menuju tempat penimbunan. Tepung
pati merupakan karbohidrat yang berfungsu sebagai cadangan makanan.
http://www.youtube.com/watch?v=KZAdipQPiO0
No comments:
Post a Comment