Tepat di tanggal ini, 49 tahun lalu, seorang wanita luar biasa, lahir. Yang dengan gigihnya memperjuangkan kami, anak-anaknya, agar bisa berkembang dan hidup nyaman. Agar sensntiasa tercukupi, walau aku tahu, kadang hatinya senantiasa terluka dengan sikap kami kepadanya.
Padahal aku tahu sendiri, dari setiap cerita yang terus diulangnya, bahwa dia, dahulu, terus berjuang, dalam lelah, hingga payah, membanting tulang dan mengorbankan masa kanak-kanaknya, untuk dapat hidup layak. Supaya bisa bersekolah dengan baik, supaya adik-adiknya tidak malu seperti dirinya dahulu, yang ketika sekolah, menggunakan seragam yang sudah lusuh, sepatu yang sudah jebol, kaus kaki yang sudah melorot, kekurangan buku pelajaran, bahkan seringkali dihukum karena telat membayar SPP.
Namun semangatnya tak pernah surut. Walaupun banyak dicerca, tekanan datang menghampiri, semangatnya tetap membara. "Biarlah saya seperti ini. Nanti, adik-adik saya, tak perlu merasakan apa yang saya rasa.". Dan semangatnya makin terpompa untuk membuktikan, bahwa, dengan kondisi serba kekurangan, dirinya bisa sukses. Bisa mandiri, bahkan menyokong kehidupan adik-adiknya. Walaupun harus bersusah payah menjadi SPG (Sales Promotion Girl), mengerjakan tugas prakarya temannya, menjadi kuli di salah satu pabrik sabun, dan membantu ayahnya berjualan hingga larut petang.
Begitu pulalah dia memperjuangkan kami, anak-anaknya. Tak pernah surut, malu, ataupun menyerah. Saya masih ingat dahulu, saat dia mendaftar menjadi guru bantu. Kurang lebih seminggu setelah kelahiran anaknya yang ke-4, dia pulang dengan wajah berbinar, mengumumkan bahwa dirinya terpilih menjadi guru bantu. Tak kurang rasa bangganya, meskipun honor yang dia dapat belum seberapa. Dan saya menyaksikan, bagaimana sulitnya proses dia untuk menjadi PNS seperti sekarang. Dengan menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, guru, dia masih sempat untuk kuliah dan menyelesaikan studinya di bidang kependidikan. Tak pernah kurang rasa bangga saya padanya. Dia, wanita luar biasa yang pernah saya kenal.
Dan apa yang dilakukannya untuk kami, anak-anaknya, tak pernah ia lakukan setengah-setengah. Dimasukkannya kami ke sekolah yang sesuai. Dipenuhinya kebutuhan kami, dengan mengorbankan semua waktu luangnya dan berjualan baju, sesuatu yang kami sendiri engga melakukannya. Dikerjakannya pekerjaan rumah dan membuat kami semua nyaman adalah prioritasnya.
Dan hari ini, di hari kelahirannya, tak banyak yang ingin aku sampaikan sebagai rasa kagumku, rasa banggaku, rasa terima kasihku. Hanya, lagi-lagi sebaris do'a, yang kuharap Allah senantiasa bosan dengan do'a ini, untuk wanita luar biasa ini -semoga kami, anak-anaknya tak pernah abai dan lupa memanjatkan syukur atas hadiahNya yang selalu luar biasa-.
"Semoga Allah memberkahi usia dan semua kerja keras mamah. Barakallah Mah, sehat selalu dan terus semangat. Menebar kebaikan tanpa mengharap balas, semoga apa yang mamah harapkan dari anak-anak mamah tercapai. Semoga mamah senantiasa diberikan kesehatan, kelancara, rezeki yang banyak, serta kebaikan hidup dunia dan akhirat."
No comments:
Post a Comment