Friday, October 2, 2015

Ngaco 1

Bukankah rasa sakit karena dikhianati berbanding lurus dengan rasa harap keinginanmu untuk memiliki? Jika tak mampu melepaskan, itu berarti hatimu belum dewasa menyikapi keadaan bahwa cinta ialah memilih yang terbaik. Lalu saat orang yang kamu cinta tidak meyakini dirimu terbaik haruskah memaksakan kehendak?
Dikutip dari islampos.com

Satu paragraf yang kemudian menghentak batin. Well, sebenarnya sudah sering kutemui kalimat atau paragraf bernada serupa, tapi tetap tak memberanjakkanku dari masa lalu. Mungkin memang sakit, tapi dipikir-pikir, cape juga yah terus berada dalam keadaan seperti itu, peduli tapi berpura-pura tidak peduli (eh apasih). Intinya dari beberapa referensi tulisan (well sebenernya ga gitu juga sih) aku mutusin untuk mulai menyembuhkan luka lama #halah.

Berangkat dari niat tadi, aku mulai mutusin, apa yang harus dilakuin di awal? Well mungkin awalnya ga jelas yah, yang aku lakuin adalah bikin tujuan. Yep. Lalu bikin resolusi tahunan. Yep. Dengan sibuknya mencari kesibukan dan mencapai tujuan, finally sedikit-sedikit aku mulai lupa apa itu sakit. Setidaknya aku mulai menyembuhkan apa yang dulu pernah terjadi dan belajar menerima.


Mungkin kedengerannya sok tau yah, tapi kalau punya tujuan dan percaya bahwa yang terbaik will come true, gak bakalan tuh ngabisin waktu bergalau ria nangisin dan mengingat kenangan apalagi mempertanyakan apakah dia masih cinta atau tidak. Kita bakalan focus dan berusaha mengejar mimpi. Dan buatlah mimpi itu jadi mimpi terliar kamu, dan kamu yakin suatu saat dengan perbaikan kualitas diri serta pengalaman yang kamu punya, the precious one bakal datang dengan sendirinya. Iya kan?

So, here my wishlist (yang kedengerannya ga lucu banget, standar buat orang lain, dan masih monoton). Tapi aku percaya, ketika bikin mimpi yang terlalu tinggi di saat keadaan aku masih merangkak, hal itu ga bakal bantu aku berlari dan konsisten, tapi bikin aku berlari, lelah, lalu kembali flashback. Dan aku berusaha untuk menghindari itu. So, this is my lebay and low dream yang ga banget:

1. PPL di SIN (Sekolah Indonesia Singapura). Tapi ini gagal karena ternyata eh ternyata program PPL ini ga masuk buat prodi PGSD (padahal disana ada SD juga kan). Padahal udah ikut tes di prodi sampe harus praktek ngajar di depan kaprodi yang baik (galak kata yang lain) banget tapi udah ditahap situ baru dikasih tau ga ada PPL di luar. Yasudahlah. Bhay. Mungkin jalan ke luar negeri belum jadi di wishlist yang ini.

2. Lulus bulan Agustus. Well sebenernya lebih ingin wisuda di bulan bersangkutan tapi gosip ada gosip ternyata diundur jadi September. Daaaan sedihnya aku sidang bulan Juli, telat 2 hari dari bulan Juni akhir sebagai syarat wisuda September. So, Dari Juli akhir juga udah lulus cuma teuteup kebagiannya Desember. Kan KZL. GMZ. ZBL. Tapi yasudahlah. Kan bisa jadi sarana dan perpanjangan waktu buat nyari pendamping wisuda #eh.

3. SM3T. Ini sebenernya fokus dari awal semester 6 sampe sekarang. Cuma yang sulit adalah izin. Yep. IZIN ORANGTUA. Sebagai Princess Cetar Membahana di rumah, orrang tua sepertinya susaaaaah amat ngasih izin anak cewe yang ini buat pergi jauh. Soalnya kalo pergi jauh nanti di rumah ga ada yang beresin. Dan untuk impian ini cuma bisa maksa dan rayu-rayu ortu, soalnya kalau taun ini udah gabisa daftar juga sih.

4. Travelling. Kalau yang ini udah mulai dilakonin sedikit demi sedikit tergantung dana yang dimiliki. Tapi untuk diceritain disini nanti kepanjangan maka aku skip. Pre-Memori.

5. Dan list lainnya masih rahasia. Ada sih yg udah kecapai beberapa tapi ga lucu ah kalo diceritain semua disini. Nanti ada yang kepo dan ledekin kalau ga kecapai

Demikian salah satu cara saya, melupakan kamu. Yah ga tepat sih lupa, wong saya bukan pelupa. Tapi maksudnya menyembuhkan luka hati. Eh udah ah mulai ngaco. Gitulah intinya kenapa aku berniat ngelanjutin nulis tulisan yang ga penting ini cuma buat nuntasi kepatahhatian. Semoga bermanfaat! Engga juga gapapa sih ah udahlah..

No comments:

Post a Comment