Luka Tetaplah Luka
Entah apa yang dia pinta,
tatkala kesunyian menggetarkan duka,
seperti sedang merahasiakan kata-kata;
merapal segala luka, yang tak sempat diucap oleh doa.
tatkala kesunyian menggetarkan duka,
seperti sedang merahasiakan kata-kata;
merapal segala luka, yang tak sempat diucap oleh doa.
Dibesarkannya kanak-kanak kenangan dengan derai air mata ketabahan,
tanpa pernah menghitung waktu, bertahan dari kesepian yang membatu,
tanpa pernah menanyakan; apakah hari esok sudah waktunya selesai dari perayaan duka?
tanpa pernah menghitung waktu, bertahan dari kesepian yang membatu,
tanpa pernah menanyakan; apakah hari esok sudah waktunya selesai dari perayaan duka?
Sementara bayangnya berbisik;
…hai, apakah kesunyianmu masih menuntut cinta yang dulu kembali ada? cinta yang barangkali tidak memiliki kesalahan apa-apa. Namun, begitu nyeri ketika merisik-risik di sudut dada.
…hai, apakah kesunyianmu masih menuntut cinta yang dulu kembali ada? cinta yang barangkali tidak memiliki kesalahan apa-apa. Namun, begitu nyeri ketika merisik-risik di sudut dada.
Serang, 22 September 2015
Tatkala kata-kata tak mampu merangkum duka gelisah kesunyian
Tatkala kata-kata tak mampu merangkum duka gelisah kesunyian
Source: http://satukatasaturasa.co.vu/post/129591361877/luka-tetaplah-luka
Luka yah? Kemarin-kemarin sempat belajar juga tentang rasa, bareng temen yang juga sedikit terluka. Dan ini mungkin tak akan pernah habis terbahas. Kenapa? Karena setiap duka dan luka adalah perjalanan yang menandai bahwa kita telah berjalan, telah memiliki tujuan, dan mencoba peruntungan melalui suatu jalan yang akhirya menimbulkan luka. Dan hadirnya luka, terkadang memaksa kita berhenti.
Tapi sejatinya, satu, dua, tiga kali luka yang sama, akan membuat kita menambah kepekaan, bahwa luka seperti ini tak perlu terulang lagi. Karena kalau terulang lagi, kita tidak pernah berjalan maju, tapi membiarkan kita tetap ada dalam pembelajaran yang sama. Padahal manusia adalah makhluk yang memiliki akal pikiran dan mampu menarik hikmah dari setiap kejadian yang telah dialaminya.
Lantas, hey anak muda! Jangan, sekali-kali jangan mencoba hal yang sama pada subjek yang sama berulang kali! Ngerti lah yah maksudnya apa. Barangkali kamu, kurang gaul, atau kurang belajar, pada intinya, hal tersebut buang-buang waktu. Padahal waktu kita sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat daripada mencoba mengulang kesalahan yang sama.
Nangkep intinya? Selamat. Ga nangkep apa intinya? Yassalam.
Sebelum selesai, ada satu puisi dikutip dari salah satu CS saya (Ian Saftani) yang ketje badaitulisannya dan ngena banget, buat cerita hati yang katanya luka. ENJOY!
Hati
Kadang aku ingin bicara padamu hati ke hati.
Tapi malu.
Hatiku tak bagus lagi.
Luka dimana-mana.
Sayat disana sini.
Isinya pun kopong.
Jadi tak ada yang bisa kuberi,
Kecuali kau sudi obati,
Perbaiki,
Lalu isi.
Makassar, 23 Maret 2012
Source: https://www.facebook.com/notes/ian-saftani/hati/10150641133279915
Sebelum selesai, ada satu puisi dikutip dari salah satu CS saya (Ian Saftani) yang ketje badai
Hati
Kadang aku ingin bicara padamu hati ke hati.
Tapi malu.
Hatiku tak bagus lagi.
Luka dimana-mana.
Sayat disana sini.
Isinya pun kopong.
Jadi tak ada yang bisa kuberi,
Kecuali kau sudi obati,
Perbaiki,
Lalu isi.
Makassar, 23 Maret 2012
Source: https://www.facebook.com/notes/ian-saftani/hati/10150641133279915
