Wednesday, December 30, 2015

Ada Satu

Suatu larut malam, kubilang dan kuputuskan untuk pergi. Mencari pengalaman dan menutup buku yang memang seharusnya aku tutup jauh sebelum aku memutuskan ini. Memutuskan untuk mencari dan membuat ruang baru yang aku tahu, telah lama siap dan menunggu aku siap.

Kuputuskan untuk memulai lembaritu, dengan bekerja di bidang yang sama sekali tidak pernah ku tahu bahkan kutekuni. Traveling. Aneh, bukan? Tapi sebagai anti mainstreamis gagal, bagiku tak ada salahnya belajar dan mencoba. Memahami setiap langkah yang kita pijak bukan kesalahan, kan? Salah langkah merupakan ssalah satu cara untuk membuat hidup ini indah. Begitu banyak yang Tuhan isyaraktan Ia beri tapi lagi-lagi aku lupa mengambil makna.

Awalnya, terjun ke dunia yang aku tak tahu, yang kubutuhkan adalah belajar, belajar, dan belajar. Membaca setiap langkah ttaveler merupakan suatu cara untuk memahami, apa yang aku, dia, dan mereka cari dalam setiap perjalanan ini. Sekedar lari sejenak? Mencari jati diri? Pengalaman? Teman baru? Menuntaskan janji? Bagiku semuanya. Aneh memang, aku, yang bukan siapa-siapa dan jarang sekali melakukan traveling, kerja di bidang ini. Sok sekali, bukan? Untuk mengimbangi itu, kucoba so tau dan belajar solo travel. Kenapa? Belajar menikmati dan mencari apa yang dicari diri ini merupakan satu cara menghargai betapa perjalanan ini merupakan tapak tapak yang harus selalu kita lalui. Langkah awal, destinasi yang aku putuskan adalah Jogja. Kenapa? There's someone who help me to know this city. Dan bagiku, untuk apa belajar tersesat terlalu jauh di pengalaman pertama? Yah minimal mencoba mencari chemistry dengan orang baru akan lebih menarik untuk saat itu. Lagipula terbatasnya budget dan waktu membuat ketersesatan sungguh tidak lucu. Belum lagi ancaman penjahat dan pencurian (lebay) yang mengintai. Hahaha

Dan, ternyata, perjalanan yang aku lakukan, meskipun sendirian, ditemani seseorang yang bahkan baru kenal pun memperlakukan aku seakan teman lama, kembali membuka pikiran, bahwa, masih banyak hal mengasyikkan di luar sana yang patut aku syukuri. Setidaknya aku tak lagi diam termangu memikirkan kamu. Begitu banyak cerita tentang kawan satu ini yang diam diam membuat aku kembali mempertanyakan rasa yang dulu hilang.. menariknya, dalam waktu singkat itu, seakan ada chemistry tentangnya yang membuat aku nyaman. Betah. Seperti (yang sudah kubilang pada dirinya) tutup botol yang menemukan botol yang tepat. Klik. (Dia berkeras bahwa bunyinya haruslah pop). Tak apalah. Setidaknya aku menemukan satu. Satu (dan semoga) untuk selamanya.